Monday, 26 October 2015

PERKEMBANGAN MASA ANAK


PERKEMBANGAN MASA ANAK
MAKALAH
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Perkembangan Peserta Didik
Dosen Pengampu : Maisyanah M.Pd.I




 











Disusun Oleh :
1.      Wahyu Maulida Lestari          (1410310016)
2.      Nurul Khotimah                      (1410310022)
3.      Dwi Budi Utami                     (1410310037)



 
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH, PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI-A) SEMESTER 3
TAHUN 2015


KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas rahmat dan hidayah- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judul “Perkembangan Masa Anak”. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kehadzibaan beliau Nabi Agung Muhammad SAW. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan Peserta Didik.
Penulisan makalah ini juga merupakan salah satu bentuk kepedulian penulis terhadap pentingnya kajian tentang isi perkembangan anak.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pihak yang senantiasa membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Pada kesempatan ini, penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada perpustakaan STAIN Kudus sebagai narasumber yang telah memberikan bantuan, dorongan serta banyak informasi sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis berkeyakinan bahwa makalah ini tidak akan luput dari suatu kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik selalu diharapkan demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfa’at. Amin.










Kudus,   Oktober 2015

Penulis

DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Masalah
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Perkembangan Anak
B.     Perkembangan Fisik
C.     Perkembangan Kesadaran Beragama
D.    Perkembangan Psikososial
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.     Saran
DAFTAR PUSTAKA







BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG

Masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan kelanjutan dalam masa awal anak-anak. Periode ini berlangsung dari usia 6 tahun hingga tiba saatnya individu menjadi matang secara seksual. Permulaan masa pertengahan dan akhir anak-anak ini ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu sekolah dasar. Bagi sebagian besar anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupannya. Sebab masuk kelas satu merupakan peristiwa penting bagi anak yang dapat mengakibatkan terjadinya perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.
Perkembangan anak penting dijadikan perhatian khusus bagi orangtua. Sebab, proses tumbuh kembang anak akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa mendatang. Jika perkembangan anak luput dari perhatian orangtua (tanpa arahan dan pendampingan orangtua), maka anak akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan menghampiri mereka. Dan kelak, orangtua juga yang akan mengalami penyesalan yang mendalam.
Dampak negatif dari perkembangan anak yang kurang perhatian dari orang tuanya adalah anak menjadi nakal dan susah diatur. Dam dampak lain yang ditimbulkan adalah perusakan moral yang dialami anak yang kemungkinan diakibatkan dari salah bergaul dan berteman. Dan akhirnya, anak-anak inilah yang membawa dampak buruk bagi teman-temannya.







B.     RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana pengertian perkembangan masa anak ?
2.      Bagaimana perkembangan fisik anak usia 6-12 tahun ?
3.      Bagaimana perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun ?
4.      Bagaimana perkembangan psikososial anak usia 6-12 tahun ?

C.    TUJUAN PENULISAN
1.      Untuk mengetahui pengertian perkembangan masa anak ?
2.      Bagaimana perkembangan fisik anak usia 6-12 tahun ?
3.      Bagaimana perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun ?
4.      Bagaimana perkembangan psikososial anak usia 6-12 tahun ?




















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Perkembangan Anak
Perkembangan adalah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada anak ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam waktu tertentu menuju kedewasaan.
Perkembangan dapat diartikan pula proses transmisi dari konstitusi psikofisik yang dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan yang menguntungkan dalam perwujutan proses aktif menjadi secara berlanjutan. Perkembangan anak merupakan produk dari kerjasama dan pengaruh timbal balik antara potensialitas hereditas dengan faktor-faktor lingkungan.
Perkembangan anak sering kali diibaratkan dengan mekar berkembangnya kuncup bunga yang belum ada gunanya, yang kemudian mekar membesar menjadi sekuntum bunga, harum baunya dan berwarna indah. Sekarang bunga berubah menjadi berguna dan mempunyai daya tarik bagi binatang-binatang serangga tertentu. Tidak lama kemudian bunga ini menjadi benih. Maka sesuai dengan pendapat diatas seorang bayi itu belum mempunyai daya dan belum berguna (belum mempunyai nilai pragmatis). Lama kelamaan ia menjadi anak muda dan menjadi dewasa, yang berdaya dan dapat melaksanakan sesuatu usaha. Juga menjadi berguna, sebab bisa bekerja dan mendatangkan hasil atau mata pencaharian.[1]
B.     Perkembangan Fisik
Masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira-kira 2 tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat. Karena itu, masa ini disebut sebagai “periode tenang”. Meskipun merupakan “masa tenang” tidak berarti bahwa masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik. Berikut ini akan dijelaskan beberapa aspek dari pertumbuhan fisik yang terjadi selama periode akhir anak-anak, diantaranya keadaan berat dan tinggi badan, ketrampilan motorik.
1.      Keadaan berat dan tinggi badan
Anak usia sekitar 6 tahun berat badan anak bagian atas berkembang lebih lambat dari pada bagian bawah. Anggota-anggota badan relatif masih pendek, kepada dan perut relatif masih besar. Selama masa akhir anak-anak, tinggi bertumbuh sekitar 5 hingga 6% dan berat bertambah sekitar 10% setiap tahun. Pada usia 6 tahun tinggi rata-rata anak adalah 46 inci dengan berat 22,5 kg. Kemudian pada usia 12 tahun tinggi anak mencapai 60 inci dan berat 42,5 kg.
Jadi, pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya. Kaki dan tangan menjadi lebih panjang, dada dan panggul lebih besar. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka dan otot, serta ukuran beberapa organ tubuh.
2.      Perkembangan Motorik
Bertambahnya berat dan kekuatan badan, maka selama masa pertengahan dan akhir anak-anak ini perkembangan motorik menjadi lebh halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan awal masa anak-anak. Anak-anak terlihat lenih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat dan juga mampu menjaga keseimbangan badannya.
Sejak usia 6 tahun, koordinasi antara mata dan tangan (visiomotorik) yang dibutuhkan untuk membidik, menyepak, melempar dan menangkap juga berkembang. Pada usia 7 tahun, tangan anak semakin kuat dan ia lebih menyukai pensil dari pada kraon untuk melukis. Dari usia 8 hingga 10 tahun, tangan dapat digunakan secra bebas, mudah dan tepat. Koordinasi motorik halus berkembang, dimana anak sudah dapat menulis dengan baik,lebih kecil dan rapi. Pada usia 10-12 tahun, anak-anak mulai memperlihatkan gerakan-gerakan yang kompleks, rumit, dan cepat yang diperlukan untuk menghasilkan karya kerajinan yang bermutu bagus atau memainkan instrumen musik tertentu.
Untuk memperlus keterampilan0keterampilan motorik mereka, anak-anak terus melakukan berbgai aktivitas fisik seperti bermain petak umpet, kejar-kejaran dan lain-lain. Terkadang dalam suatu permainan anak-anak mampu mengembangkan kemampuannya  dengan memberi peraturan, sebab mereka sudah dapat memahami dan mentaati aturan-aturan suatu permainan.
3.      Perkembangan Emosi
Meskipun pola perkembangan emosi dapat diramalkan, tetapi terdapat variasi dalam segi frekuensi, intensitas serta jangka waktu dari berbagai macam emosi, dan juga usia pemunculannya. Variasi ini sudah mulai terlihat sebelum masa bayi berakhir dan semakin sering terjadi dan lebih menyolok dengan meningkatkan usia knak-kanak. Dengan meningkatnya usia anak, semua emosi diekspresikan secara lebih lunak karena mereka harus mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan emosi yang berlebihan, sekalipun emosi itu berupa kegembiraan atau emosi yang menyenangkan lainnya.[2]
4.      Perkembangan Kognitif
Seiring dengan masuknya anak ke sekolah dasar, maka kemampuan kognitifnya turut mengalami perkembangan yang pesat. Karena dengan masuk sekolah, berarti dunia dan minat bertambah luas, dan dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berarti bagi anak. Kalau pada masa sebelumnya daya pikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris, maka pada usia sekolah dasar ini daya pikir anak berkembang ke arah berpikir konkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat, sehingga anak benar-benar berada dalam suatu stadium belajar.
1.      Perkembangan kognitif menurut teori Piaget
Menurut teori Piaged, pemikiran anak-anak usia sekolah dasar disebut pemikiran operasional konkrit (concrete operational thought). Menurut Piaged, operasi adalah hubungan-hubungan logis diantara konsep-konsep atau skema-skema. Sedangkan operasi konkrit adalah aktivitas mental yang difokuskan pada objek-objek dan peristiwa-peristiwa nyata atau konkrit dapat diukur.
Menurut Piaged, anak-anak pada masa konkrit operasional ini telah mampu menyadari konservasi, yakni kemampuan anak untuk berhubungan dengan sejumlah aspek yang berbeda secara serempak. Hal ini karena pada masa ini anak telah mengembangkan tiga macam proses yang disebut dengan operasi-operasi, yaitu: negasi, resiprokasi, dan identitas.
2.      Perkembangan Memori
Pada periode pertengahan dan periode akhir anak-anak ini Matlin menyebutkan empat macam stratregi memori penting:
a.       Rehearsal (pengulangan) adalah salah satu acara atau strategi meningkatkan memori dengan cara mengulangi berkali-kali informasi setelah informasi disajikan.
b.      Organization (organisasi), seperti pengkategorian dan pengelompokan, merupakan strategi memori yang sering digunakan oleh orang dewasa.
c.       Imagery (perbandinagn) adalah tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang. Kosslyn mengatakan bahwa anak-anak usia 6 tahun telah menggunakan perbandingan mental secara spontan dalam berbagai tugas mereka. Selanjutnya, Yuille dan Catchpole menyatakan bahwa memori anak-anak kelas satu sakolah dasar, eningkat setelah mereka dilatih membentuk perbandingan interaktif. Demikian pentingnya penggunaan strategi perbandingan dalam meningkatkan memori anak, maka fly dan Lupart merekomendasikan agar para pendidik hendaknya memberikan lebih banyak pelajaran tentang bagaimana belajar.
d.      Retrieval (pemunculan kembali) adalah proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat penyimpanan.
3.      Perkembangan Bahasa
Selama masa akhir anak-anak, perkembangan bahasa terus berkelanjutan.  Perbendaraan kosa kata anak meningkat dan cara anak-anak menggunakan kata atau kalimat bertambah kompleks serta lebih menyerupai bahasa orang dewasa.  Dari berbagai pelajaran yang diberikan disekolah, bacaan, pembicaraan dengan anak-anak lain, serta melalui radio dan televisi, anak-anak menambahkan perbendaharaan kosa kata yang ia gunakan dalan percakapan dan tulisan.
C.     Perkembangan Kesadaran Beragama
Agama mengandung dua unsur yaitu keyakinan dan tata cara. Keduanya terpisah yang berbeda. Akibatnya, minat terhadap satu unsur tidak dengan sendirinya menjamin minat terhadap unsur lain. Juga tidak berarti bahwa minat terhadap kedua unsur sama. Seorang mungkin terutama berminat mematuhi peraturan agama tetapi menunjukan sedikit minat terhadap apa yang sering dianggap sebagai teologi atau ajaran agama. Hal sebaliknya mungkin terjadi pada orang lain. Demikian pula terhadap anak-anak. Beberapa anak terutama berminat terhadap kepatuhan kepada agama dan yang lain terhadap ajaran agama. Mana yang lebih menarik perhatian ditentukan sebagian oleh tekanan yang diberikan pada kedua unsur tersebut pada masa awal pendidikan agama dan sebagian oleh apa yang didasarkan pengalaman, mereka anggap lebih memenuhi kebutuhan mereka. Jadi minat terhadap agama terutama egosentris.
            Saat anak bertambah usia dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan anggota kelompok teman sebaya, teman-teman ini akan mempengaruhi minatnya. Contohnya, seorang anak yang mempunyai teman yang berbinang mengenai agama, dan mematuhi aturan agama akan mempunyai minat yang lebih besar pada agama dari seorang anak yang temannya tidak atau hampir tidak menunjukkan minat pada agama dan mempunyai sikap negatif terhadap semua aturan agama.
Pada masa ini, perkembangan penghayatan keagamaanya ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1.      Pandangan dan paham ketuhanan diperolehnya secara rasional berdasarkan kaidah-kaidah logika yang berpedoman pada indikator alam semesta sebagai manifestasi dari keagungan Nya.
2.      Penghayatan secara rohaniyah semakin mendalam, pelaksanaan kegiatan ritual diterima sebagai kaharusan moral.
3.      Periode usia sekolah dasar merupakan masa pembentukan nilai-nilai agama sebagai kelanjutan periode selanjutnya.[3]
D.    Perkembangan Psikososial
Pada masa ini mereka mulai sekolah dan kebanyakan anak-anak sudah mempelajari mengenai sesuatu yang berhubungan dengan manusia, serta mulai mempelajari berbagai keterampilan praktis. Dunia psikososial anak menjadi semakin kompleks dan berbeda dengan masa awal anak. Relasi dengan keluarga dan teman sebaya terus memainkan peranan penting. Sekolah dan relasi dengan para guru menjadi aspek kehidupan anak yang semakin terstruktur. Pemahaman anak terhadap diri berkembang, dan perubahan-perubahan dalam gender yaitu sebagai berikut :
1.      Perkembangan Pemahaman Diri
Pada usia 6-12 tahun, anak secara aktif dan terus-menerus mengembangkan dan memperbarui pemahaman tentang diri (sense of self), yaitu suatu struktur yang membantu anak mengorganisasi dan memahami tentang siapa dirinya, yang didasarkan atas pandangan orang lain, pengalaman-pengalaman sendiri, dan atas dasar penggolongan budaya, seperti gender, ras, dan sebagainya.
2.      Perkembangan Hubungan dengan keluarga
Sesuai dengan perkembangan kognitifnya yang semakin matang, pada masa pertengahan dan akhir, anak secara berangsur-angsur lebih banyak mempelajari mengenai sikap-sikap dan motivasi orangtuanya, serta memahami aturan-aturan keluarga, sehingga menjadi lebih maampu untuk mengendalikan tingkah lakunya. Dalam hal ini, orangtua merasakan pengontrolan dirinya terhadap tingkah laku anak mereka berkurang dari waktu ke waktu. Dibandingakn pada tahun-tahun awal kehidupan mereka. Meskipun terjadinya pengawasan dari orang tua terhadap anaknya selama masa akhir anak-anak, bukan berarti orang tua sama sekali melepaskan mereka. Orangtua masih terus memonitor usaha-usaha yang dilakukan anak dalam memelihara dari mereka.
3.      Perkembangan pembentukan kelompok
Pada masa ini, anak tidak lagi puas bermain sendirian di rumah, atau melakukan kegiatan-kegiatan dengan anggota keluarga. Karena nak memiliki keinginan yang kuat untuk diterima sebagai anggota kelompok, serta merasa tidak puas bila tidak bersama teman-temannya. Anak usia sekolah dasar lebih menekankan pentingnya aktifitas bersama-sama, seperti berbicara, berkeluyuran, berjalan kesekolah,berbicara melalui telepon, memdengarkan musik, bermain game, dan melucu. Tinggal dilingkungan yang sama, bersekolah disekolah yang sama dan berpartisipasi dalam organisasi masyarakat yang sama, merupakan bentuknya kelompok teman sebaya.
4.      Popularitas, penerimaan sosial dan penolakan
Anak mulai mengembangkan suatu penilaian terhadap orang lain dengan berbgai cara. Terlihat pada anak-anak kelas 2 atau 3 yang telah memiliki stereotip budaya tentang tubuh, misalnya menilai bahwa anak laki-laki yang tegas (berotot) lebih disenangi dari pada anak laki-laki yang gemuk/kurus. Pemilihan teman dari anak-anak ini terus meningkat dengan lebih mendasar pada kualitas pribadi, seperti kejujuran, kebaikan hati, humor, dan kreativitas.
Popularitas seorang anak ditentukan oleh berbagai kualitas pribadi yang dimilikinya. Anak-anak yang populer adalah anak-anak yang dapat menjalin interaksi sosial dengan mudah, memahami situasi sosial, memiliki keterampilan yang tinggi dalam hubungan antar pribadi dan cenderung bertindak dengan cara-cara yang kooperatif, prososial serta selaras dengan norma-norma kelompok.
Anak yang tidak populer dapat dibedakan atas dua tipe yaitu anak-anak yang ditolak dan anak-anak yang diabaikan. Anak-anak yang diabaikan adalah anak yang menerima sedikit perhatian dari teman-teman sebaya mereka, bukan berarti mereka tidak disenangi oleh teman-teman sebayanya. Anak-anak yang ditolak adalah anak-anak yang tidak disukai oleh teman-teman sebaya mereka. Mereka cenderung bersifat mengganggu, egois, dan mempunyai sedikit sifat positif.
5.      Perkembangan disekolah
Sekolah mempunyai pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan selama masa pertengahan dan akhir anak. anak menghabiskan kurang lebih 10.000 jam waktunya diruang kelas. Interaksi dengan guru dan teman sebaya disekolah, memberikan suatu peluang yang besar bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan ketrampilan sosial, memperoleh pengetahuan tentang dunia, serta mengembangkan konsep diri sepanjang masa pertengahan dan akhir anak-anak.




















BAB III
 PENUTUP
C.    Kesimpulan
Perkembangan adalah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada anak ditunjang oleh factor lingkungan dan proses belajar dalam waktu tertentu menuju kedewasaan.
Masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi perubahan-perubahan pubertas, kira-kira 2 tahun menjelang anak menjadi matang secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat.
Pertumbuhan fisik yang terjadi selama periode akhir anak-anak, diantaranya Keadaan berat dan tinggi badan, Perkembangan Motorik, Perkembangan Emosi, Perkembangan Kognitif.
Agama mengandung dua unsur yaitu keyakinan dan tata cara. Keduanya terpisah yang berbeda. Akibatnya, minat terhadap satu unsur tidak dengan sendirinya menjamin minat terhadap unsur lain. Juga tidak berarti bahwa minat terhadap kedua unsur sama.
Pada masa Perkembangan Psikososial ini mereka mulai sekolah dan kebanyakan anak-anak sudah mempelajari mengenai sesuatu yang berhubungan dengan manusia, serta mulai mempelajari berbagai keterampilan praktis. Dapat dibedakan sebagai berikut: Perkembangan Pemahaman Diri, Perkembangan Pemahaman Diri, Perkembangan Hubungan dengan keluarga, Perkembangan pembentukan kelompok, Popularitas, penerimaan sosial dan penolakan, Perkembangan disekolah.

D.    Saran
Alhamdulillah wa syukurillah makalah ini dapat terselesaikan. Kami menyadari sepenuhnya, bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam referensi maupun penulisannya. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan guna kesempurnaan pembuatan makalah berikutnya. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat untuk pembaca. Amin.

DAFTAR PUSTAKA
Zein, Asmar Yetty, Eko Suryani, 2005, Psikologi Ibu dan Anak, Yogyakarta : Fitramaya.
Hurlock, Elizabeth B, 1978, Perkembangan Anak, Jakarta : PT. Gelora Aksara Pratama.



[1] Asmar Yetty Zein dan Eko Suryani.Psikologi Ibu dan Anak. (yogyakarta: Fitramaya, 2005), hlm.60-61.
[2] Elizabeth B. Hurlock,Perkembangan Anak,(Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama, 1978), hlm.210.

No comments:

Post a Comment