Monday, 26 October 2015

Pengertian Adab Bertamu



1.       Pengertian Adab Bertamu
[1]Adab merupakan cara dalam melakukan sesuatu yang sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat. Bertamu adalah berkunjung ke rumah orang lain dalam rangka mempererat silahturrahim. Dengan demikian, adab bertamu dapat diartikan sebagai cara berkunjung ke rumah orang lain dalam rangka mempererat silaturrahmi sesuai dengan aturan yang berlaku di masyarakat.
Tata krama dalam bertamu harus tetap dijaga agar tujuan bertamu itu dapat tercapai. Apabila tata krama ini dilanggar maka tujuan bertamu justru akan menjadi rusak, yakni merenggangnya hubungan persaudaraan. Islam telah memberi bimbingan dalam bertamu, yaitu jangan bertamu pada tiga waktu aurat.  
      [2]Yang dimaksud dengan tiga waktu aurat ialah sehabis zuhur, sesudah isya’, dan sebelum subuh. Allah SWT berfirman:
(#qßJŠÏ%r&ur no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨9$# (#qãèÏÛr&ur tAqß§9$# öNà6¯=yès9 tbqçHxqöè? ÇÎÏÈ

Artinya: hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’.(Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu. Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebahagian kamu (ada keperluan) kepada sebahagian (yang lain). Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.(QS An Nur : 58)
      Ketiga waktu tersebut dikatakan sebagai waktu aurat karena waktu-waktu itu biasanya digunakan. Lazimnya, orang yang beristirahat hanya mengenakan pakaian yang sederhana (karena panas misalnya) sehingga sebagian dari auratnya terbuka. Apabila budak dan anak-anak kecil saja diharuskan meminta izin bila akan masuk ke kamar ayah dan ibunya, apalagi orang lain yang bertamu. Bertamu pada waktu-waktu tersebut tidak mustahil justru akan menyusahkan tuan rumah yang hendak istirahat, karena terpaksa harus berpakaian rapi lagi untuk menerima kedatangan tamunya.




2.      Bentuk-Bentuk Ahklaq Bertamu
a.       Berpakaian yang rapi dan pantas
Bertamu dengan memakai pakaian yang pantas berarti menghormati tuan rumah dan dirinya sendiri. Tamu yang berpakaian rapi dan pantas akan lebih dihormati oleh tuan rumah, demikian pula sebaliknya. Allah SWT berfirman :

 
÷bÎ) óOçFY|¡ômr& óOçFY|¡ômr& ö/ä3Å¡àÿRL{ ( ÷bÎ)ur öNè?ù'yr& $ygn=sù 4 #sŒÎ*sù uä!%y` ßôãur ÍotÅzFy$# (#qä«ÿ½Ý¡uŠÏ9 öNà6ydqã_ãr (#qè=äzôuÏ9ur yÉfó¡yJø9$# $yJŸ2 çnqè=yzyŠ tA¨rr& ;o§tB (#rçŽÉi9tFãŠÏ9ur $tB (#öqn=tã #·ŽÎ6÷Ks? ÇÐÈ

[3]Artinya: Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri....(QS Al Isra : 7)

b.      Memberi isyarat dan salam ketika datang
Seseorang berkunjung atau bersillaturohmi kerumah orang lain, sebagai bentuk penghormatan dan sebagai do’a  agar oarng yang akan di kunjungi dalm keadaan sehat-wal’afiat serta sejahtera dunia akhirat.
Allah SWT berfirman:
  $pkšr'¯ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw (#qè=äzôs? $·?qãç/ uŽöxî öNà6Ï?qãç/ 4_®Lym (#qÝ¡ÎSù'tGó¡n@ (#qßJÏk=|¡è@ur #n?tã $ygÎ=÷dr& 4 öNä3Ï9ºsŒ ׎öyz öNä3©9 öNä3ª=yès9 šcr㍩.xs? ÇËÐÈ   


[4]Artinya: Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS An Nur : 27)

Diriwayatkan bahwa:
اِنَّ رَجُلاً اِسْتَأْذَنَ عَلى النَّبِيِّ ص م وَ هُوَ فِى بَيْتٍ فَقَالَ : “اَلِجُ” فَقَالَ النَّبِيُّ ص م لِجَادِمِهِ : اُخْرُجْ اِلَى هَذَا فَعَلِّمْهُ الاِسْتِأْذَانَ فَقَلَ لَهُ : قُلْ “السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ اَ اَدْخُلْ” فَسَمِعَهُ الرِّجَلْ فَقُلْ “السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ اَ اَدْخُلْ” فَاَذِنَ النَّبِيُّ ص م قَدْ دَخَلَ (رواه ابو داود)

[5]Artinya:Bahwasanya seorang laki-laki meminta izin ke rumah Nabi Muhammad SAW sedangkan beliau ada di dalam rumah. Katanya: Bolehkah aku masuk? Nabi SAW bersabda kepada pembantunya: temuilah orang itu dan ajarkan kepadanya minta izin dan katakan kepadanya agar ia mengucapkan  “Assalmualikum, bolehkah aku masuk” lelaki itu mendengar apa yang diajarkan nabi, lalu ia berkata “Assalmu alaikum, bolehkah aku masuk?” nabi SAW memberi izin kepadanya maka masuklah ia. (HR Abu Daud)

c.       [6]Jangan mengintip ke dalam rumah
Rasulullah SAW bersabda yang artinya: Dari Sahal bin Saad ia berkata: Ada seorang lelaki mengintip dari sebuah lubang pintu rumah Rasullulah SAW  dan pada waktu itu beliau sedang menyisir rambutnya. Maka Rasullulah SAW bersabda: ”Jika aku tahu engkau mengintip, niscaya aku colok matamu. Sesungguhnya Allah memerintahkan untuk meminta izin itu adalah karena untuk menjaga pandangan mata.” (HR Bukhari)

d.      Mengetuk pintu maksimal sebanyak tiga kali
Jika telah tiga kali namun belum ada jawaban dari tuan rumah, hendaknya pulang dahulu dan datang pada lain kesempatan. 

e.       Memperkenalkan diri sebelum masuk
[7]Apabila tuan rumah belum tahu/belum kenal, hendaknya tamu memperkenalkan diri secara jelas, terutama jika bertamu pada malam hari. Diriwayatkan dalam sebuah hadits yang artinya: Dari Jabir ra la berkata: Aku pernah datang kepada Rasulullah SAW lalu aku mengetuk pintu rumah beliau. Nabi SAW bertanya: “Siapakah itu?” Aku menjawab: “Saya” Beliau bersabda: “Saya, saya...!” seakan-akan beliau marah.” (HR Bukhari)  
Kata “Saya” belum memberi kejelasan. Oleh sebab itu, tamu hendaknya menyebutkan nama dirinya secara jelas sehingga tuan rumah tidak ragu lagi untuk
menerima kedatangannya.

f.       [8] Tamu lelaki dilarang masuk kedalam rumah apabila tuan rumah hanya seorang wanita
Dalam hal ini, perempuan yang berada di rumah sendirian hendaknya juga tidak memberi izin masuk tamunya. Mempersilahkan tamu lelaki ke dalam rumah sedangkan ia hanya seorang diri sama halnya mengundang bahaya bagi dirinya sendiri. Oleh sebab itu, tamu cukup ditemui diluar saja.

g.      Masuk dan duduk dengan sopan
Setelah tuan rumah mempersilahkan untuk masuk, hendaknya tamu masuk dan duduk dengan sopan di tempat duduk yang telah disediakan. Tamu hendaknya membatasi diri, tidak memandang kemana-mana secara bebas. Pandangan yang tidak dibatasi (terutama bagi tamu asing) dapat menimbulkan kecurigaan bagi tuan rumah. Tamu dapat dinilai sebagai orang yang tidak sopan, bahkan dapat pula dikira sebagai orang jahat yang mencari-cari kesempatan. Apabila tamu tertarik kepada sesuatu (hiasan dinding misalnya), lebih ia berterus terang kepada tuan rumah bahwa ia tertarik dan ingin memperhatikannya.

h.      Menerima jamuan tuan rumah dengan senang hati
Apabila tuan rumah memberikan jamuan, hendaknya tamu menerima jamuan tersebut dengan senang hati, tidak menampakkan sikap tidak senang terhadap jamuan itu. Jika sekiranya tidak suka dengan jamuan tersebut, sebaiknya berterus terang bahwa dirinya tidak terbiasa menikmati makanan atau minuman seperti itu. Jika tuan rumah telah mempersilahkan untuk menikmati, tamu sebaiknya segera menikmatinya, tidak usah menunggu sampai berkali-kali tuan rumah mempersilahkan dirinya.

i.        Mulailah makan dengan membaca basmalah dan diakhiri dengan membaca hamdalah
[9]Rasulullah bersabda dalam sebuah hadits yang artinya: Jika seseorang diantara kamu hendak makan maka sebutlah nama Allah, jika lupa menyebut nama Allah pada awalnya, hendaklah membaca: Bismillahi awwaluhu waakhiruhu.” (HR Abu Daud dan Turmudzi)

j.        Makanlah dengan tangan kanan, ambilah yang terdekat dan jangan memilih
Islam telah memberi tuntunan bahwa makan dan minum hendaknya dilakukan dengan tangan kanan, tidak sopan dengan tangan kiri (kecuali tangan kanan berhalangan). Cara seperti ini tidak hanya dilakukan saat bertamu saja. Melainkan dalam berbagai suasana, baik di rumah sendiri maupun di rumah orang lain.

k.      Bersihkan piring, jangan biarkan sisa makanan berceceran
Sementara ada orang yang merasa malu apabila piring yang habis digunakan untuk makan tampak bersih, tidak ada makanan yang tersisa padanya. Mereka khawatir dinilai terlalu lahap. Islam memberi tuntunan yang lebih bagus, tidak sekedar mengikuti perasaan manusia yang terkadang keliru. Tamu yang menggunakan piring untuk menikmati hidangan tuan rumah, hendaknya piring tersebut bersih dari sisa makanan. Tidak perlu menyisakan makanan pada piring yang bekas dipakainya yang terkadang menimbulkan rasa jijik bagi yang melihatnya.

l.        Segeralah pulang setelah selesai urusan
Kesempatan bertamu dapat digunakan untuk membicarakan berbagai permasalahan hidup. Namun demikian, pembicaraan harus dibatasi tentang permasalahan yang penting saja, sesuai tujuan berkunjung. Hendaknya dihindari pembicaraan yang tidak ada ujung pangkalnya, terlebih membicarakan orang lain. Tamu yang bijaksana tidak suka memperpanjang waktu kunjungannya, ia tanggap terhadap sikap tuan rumah. Apabila tuan rumah telah memperhatikan jam, hendaknya tamu segera pamit karena mungkin sekali tuan rumah akan segera pergi atau mengurus masalah lain. Apabila tuan rumah menghendaki tamunya untuk tetap tinggal dahulu, hendaknya tamu pandai-pandai membaca situasi, apakah permintaan itu sungguh-sungguh atau hanya sekedar pemanis suasana. Apabila permintaan itu sungguh-sungguh maka tiada salah jika tamu memperpanjang masa kunjungannya sesuai batas kewajaran.

3.      [10]Kewajiban Bagi Tamu
a)      Tidak mempermasalahkan segala makanan yang telah dihidangkan oleh tuan rumah.Harus disadari bahwa selera setiap orang berlainan.Selayaknya, makanan yang telah dihidangkan itu dinikmati secukupnya sesuai dengan etika.
b)      Sebaiknya tidak menginap lebih dari 3 hari.Hal itu merupakan sikap yang bijaksana karena tidak akan menimbulkan kesulitan bagi tuan rumah.
c)      Apabila karena sesuatu hal sehingga tamu harus menginap lebih dari tiga hari, hendaklah ia meminta izin kepada tuan rumah terlebih dahulu.













BAB III
PENUTUP

SIMPULAN
·         Bertamu merupakan suatu cara untuk mempererat tali silaturahmi, maka dai itu wajib  bagi kita untiuk memperhatikan adap atau cara bertamu sesuai dengan tuntunan dan ajaran agama.Karena jika kita bertamu tanpa memperhatikan aturan yang telah di anjurkan oleh agama, maka suatu perbuatan yang baik ini niscaaya akan merusak tali silatirrahmi.

·         Ada tiga waktu yang dilarang untuk bertamu yaitu :

Ø  Setelah Dzuhur
Ø  Setelah Asar
Ø  Sebelum Subuh
·         Hendaknya ketika bertamu jangan memberatkan tuan rumah dan janganlah menolak hidanngan yang diberikan tuan rumah, jika menolak hendaknya dengan lembut.

Saran
            Setalah pemaparan sedikit dari makalah kami yang berjudul “Adap Bertamu” ini kami menyampaikan beberapa saran yan mungkin berguna bagi kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
v  Ketika bertamu jangan lah lasung masuk kedalam tuhah, karena hal itu dapat m,embuat tersinggu tuan rumah, alangkah baiknya ketika kita bertamu hendaknya mengucap salam dan menunggu agar di persilahkan masuk rumah.
v  Ketika bertamu berusahalah memakai pakaian yang rapi dam bersikap yang sopan.
v  Jika menginap jangan terlalu memberatkan pihak tuan rumah,

Penutup
Puji dan syukur Selalu kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang selalu  melimpahkan hidayahnya kepada kami, dari awal penulisan dan penyusunan hingga sampai penyusun mampu menyelesaikan makalah yang berjudul “ Adab Bertamu” ini tepat waktu dan tanpa suatu halangan apapun yang berarti.
Akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat memberikan tambahan ilmu bagi kami pada khususnya dan pada pembaca pada umumnya dan tentunya penulispun berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak.
Wassalamualaikum Wr.  Wb.
DAFTAR PUSTAKA

ü  [1] Qur’an terjemah.1994.PT Kusudswara.Grafindo.Semarang
ü  [1] HR.Abu Daud
ü  [1] HR Bukhori
ü  [1] HR Abu daud Dan tir mizdi
ü  [1] http://drianti.blogspot.com/2012/06/adab-bertamu-atau-menerima-tamu-dalam.html




[1] http://drianti.blogspot.com/2012/06/adab-bertamu-atau-menerima-tamu-dalam.html

[2] Qur’an terjemah.1994.PT Kusudswara.Grafindo.Semarang
[3] Qur’an terjemah.1994.PT Kusudswara.Grafindo.Semarang
[4] Ibid
[5] HR.Abu Daud
[6] HR Bukhori
[7] Ibid
[8] http://drianti.blogspot.com/2012/06/adab-bertamu-atau-menerima-tamu-dalam.html

[9] HR Abu daud Dan tir mizdi

No comments:

Post a Comment