PERKEMBANGAN
MASA ANAK
MAKALAH
Disusun
untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah : Perkembangan
Peserta Didik
Dosen
Pengampu : Maisyanah M.Pd.I
Disusun Oleh :
1.
Wahyu Maulida Lestari (1410310016)
2.
Nurul Khotimah (1410310022)
3.
Dwi Budi Utami (1410310037)
SEKOLAH TINGGI AGAMA
ISLAM NEGERI KUDUS
JURUSAN TARBIYAH, PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH (PGMI-A) SEMESTER 3
TAHUN
2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas
rahmat dan hidayah- Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan
judul “Perkembangan Masa Anak”. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan
kehadzibaan beliau Nabi Agung Muhammad SAW. Makalah ini
disusun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Perkembangan
Peserta Didik.
Penulisan makalah ini juga merupakan salah
satu bentuk kepedulian penulis terhadap
pentingnya kajian tentang isi perkembangan anak.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pihak yang senantiasa membantu kami dalam menyelesaikan makalah ini. Pada kesempatan ini, penulis juga menyampaikan rasa terima kasih
kepada perpustakaan STAIN Kudus sebagai narasumber yang telah memberikan
bantuan, dorongan serta banyak informasi sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah ini.
Penulis
berkeyakinan bahwa makalah ini tidak akan
luput dari suatu kesalahan. Oleh karena itu, saran dan kritik selalu diharapkan
demi sempurnanya makalah ini. Semoga makalah ini dapat memberikan manfa’at. Amin.
Kudus, Oktober 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
BAB
I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Masalah
BAB
II PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan Anak
B.
Perkembangan Fisik
C.
Perkembangan Kesadaran Beragama
D.
Perkembangan Psikososial
BAB
III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Masa
pertengahan dan akhir anak-anak merupakan kelanjutan dalam masa awal anak-anak.
Periode ini berlangsung dari usia 6 tahun hingga tiba saatnya individu menjadi
matang secara seksual. Permulaan masa pertengahan dan akhir anak-anak ini
ditandai dengan masuknya anak ke kelas satu sekolah dasar. Bagi sebagian besar
anak, hal ini merupakan perubahan besar dalam pola kehidupannya. Sebab masuk
kelas satu merupakan peristiwa penting bagi anak yang dapat mengakibatkan
terjadinya perubahan dalam sikap, nilai, dan perilaku.
Perkembangan
anak penting dijadikan perhatian khusus bagi orangtua. Sebab, proses tumbuh
kembang anak akan mempengaruhi kehidupan mereka pada masa mendatang. Jika
perkembangan anak luput dari perhatian orangtua (tanpa arahan dan pendampingan
orangtua), maka anak akan tumbuh seadanya sesuai dengan yang hadir dan
menghampiri mereka. Dan kelak, orangtua juga yang akan mengalami penyesalan
yang mendalam.
Dampak
negatif dari perkembangan anak yang kurang perhatian dari orang tuanya adalah
anak menjadi nakal dan susah diatur. Dam dampak lain yang ditimbulkan adalah
perusakan moral yang dialami anak yang kemungkinan diakibatkan dari salah
bergaul dan berteman. Dan akhirnya, anak-anak inilah yang membawa dampak buruk
bagi teman-temannya.
B.
RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana pengertian perkembangan masa anak ?
2. Bagaimana perkembangan fisik anak usia 6-12 tahun ?
3. Bagaimana perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun ?
4. Bagaimana perkembangan psikososial anak usia 6-12 tahun ?
C.
TUJUAN PENULISAN
1. Untuk mengetahui pengertian perkembangan masa anak ?
2. Bagaimana perkembangan fisik anak usia 6-12 tahun ?
3. Bagaimana perkembangan kognitif anak usia 6-12 tahun ?
4. Bagaimana perkembangan psikososial anak usia 6-12 tahun ?
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Perkembangan Anak
Perkembangan adalah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada anak ditunjang oleh faktor lingkungan dan proses belajar dalam waktu tertentu menuju kedewasaan.
Perkembangan dapat diartikan pula proses
transmisi dari konstitusi psikofisik yang
dirangsang oleh faktor-faktor lingkungan yang
menguntungkan dalam perwujutan proses aktif menjadi secara berlanjutan.
Perkembangan anak merupakan produk dari kerjasama dan pengaruh timbal balik antara potensialitas hereditas dengan faktor-faktor lingkungan.
Perkembangan anak sering kali diibaratkan dengan mekar berkembangnya kuncup bunga yang belum ada gunanya, yang
kemudian mekar membesar menjadi sekuntum bunga, harum baunya dan berwarna
indah. Sekarang bunga berubah menjadi berguna dan mempunyai daya tarik bagi
binatang-binatang serangga tertentu. Tidak lama kemudian bunga ini menjadi
benih. Maka sesuai dengan pendapat diatas seorang bayi itu belum mempunyai daya
dan belum berguna (belum mempunyai nilai pragmatis). Lama kelamaan ia menjadi
anak muda dan menjadi dewasa, yang berdaya dan dapat melaksanakan sesuatu
usaha. Juga menjadi berguna, sebab bisa bekerja dan mendatangkan hasil atau
mata pencaharian.
B.
Perkembangan Fisik
Masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode
pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi
perubahan-perubahan pubertas, kira-kira 2 tahun menjelang anak menjadi matang
secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat. Karena itu, masa
ini disebut sebagai “periode tenang”. Meskipun merupakan “masa tenang” tidak
berarti bahwa masa ini tidak terjadi proses pertumbuhan fisik. Berikut ini akan
dijelaskan beberapa aspek dari pertumbuhan fisik yang terjadi selama periode
akhir anak-anak, diantaranya keadaan berat dan tinggi badan, ketrampilan
motorik.
1.
Keadaan berat dan tinggi badan
Anak usia sekitar 6 tahun berat badan anak bagian atas
berkembang lebih lambat dari pada bagian bawah. Anggota-anggota badan relatif
masih pendek, kepada dan perut relatif masih besar. Selama masa akhir
anak-anak, tinggi bertumbuh sekitar 5 hingga 6% dan berat bertambah sekitar 10%
setiap tahun. Pada usia 6 tahun tinggi rata-rata anak adalah 46 inci dengan
berat 22,5 kg. Kemudian pada usia 12 tahun tinggi anak mencapai 60 inci dan
berat 42,5 kg.
Jadi, pada masa ini peningkatan berat badan anak lebih
banyak dari pada panjang badannya. Kaki dan tangan menjadi lebih panjang, dada
dan panggul lebih besar. Peningkatan berat badan anak selama masa ini terjadi
terutama karena bertambahnya ukuran sistem rangka dan otot, serta ukuran
beberapa organ tubuh.
2.
Perkembangan Motorik
Bertambahnya berat dan kekuatan badan, maka selama masa
pertengahan dan akhir anak-anak ini perkembangan motorik menjadi lebh halus dan
lebih terkoordinasi dibandingkan dengan awal masa anak-anak. Anak-anak terlihat
lenih cepat dalam berlari dan makin pandai meloncat dan juga mampu menjaga
keseimbangan badannya.
Sejak usia 6 tahun, koordinasi antara mata dan tangan
(visiomotorik) yang dibutuhkan untuk membidik, menyepak, melempar dan menangkap
juga berkembang. Pada usia 7 tahun, tangan anak semakin kuat dan ia lebih
menyukai pensil dari pada kraon untuk melukis. Dari usia 8 hingga 10 tahun,
tangan dapat digunakan secra bebas, mudah dan tepat. Koordinasi motorik halus berkembang,
dimana anak sudah dapat menulis dengan baik,lebih kecil dan rapi. Pada usia
10-12 tahun, anak-anak mulai memperlihatkan gerakan-gerakan yang kompleks,
rumit, dan cepat yang diperlukan untuk menghasilkan karya kerajinan yang
bermutu bagus atau memainkan instrumen musik tertentu.
Untuk memperlus keterampilan0keterampilan motorik mereka,
anak-anak terus melakukan berbgai aktivitas fisik seperti bermain petak umpet,
kejar-kejaran dan lain-lain. Terkadang dalam suatu permainan anak-anak mampu
mengembangkan kemampuannya dengan
memberi peraturan, sebab mereka sudah dapat memahami dan mentaati aturan-aturan
suatu permainan.
3.
Perkembangan Emosi
Meskipun pola
perkembangan emosi dapat diramalkan, tetapi terdapat variasi dalam segi
frekuensi, intensitas serta jangka waktu dari berbagai macam emosi, dan juga
usia pemunculannya. Variasi ini sudah mulai terlihat sebelum masa bayi berakhir
dan semakin sering terjadi dan lebih menyolok dengan meningkatkan usia
knak-kanak. Dengan meningkatnya usia anak, semua emosi diekspresikan secara
lebih lunak karena mereka harus mempelajari reaksi orang lain terhadap luapan
emosi yang berlebihan, sekalipun emosi itu berupa kegembiraan atau emosi yang
menyenangkan lainnya.
4.
Perkembangan Kognitif
Seiring dengan
masuknya anak ke sekolah dasar, maka kemampuan kognitifnya turut mengalami
perkembangan yang pesat. Karena dengan masuk sekolah, berarti dunia dan minat
bertambah luas, dan dengan meluasnya minat maka bertambah pula pengertian
tentang manusia dan objek-objek yang sebelumnya kurang berarti bagi anak. Kalau
pada masa sebelumnya daya pikir anak masih bersifat imajinatif dan egosentris,
maka pada usia sekolah dasar ini daya pikir anak berkembang ke arah berpikir
konkrit, rasional dan objektif. Daya ingatnya menjadi sangat kuat, sehingga
anak benar-benar berada dalam suatu stadium belajar.
1.
Perkembangan kognitif menurut teori Piaget
Menurut teori Piaged, pemikiran anak-anak usia sekolah
dasar disebut pemikiran operasional konkrit (concrete operational thought).
Menurut Piaged, operasi adalah hubungan-hubungan logis diantara konsep-konsep
atau skema-skema. Sedangkan operasi konkrit adalah aktivitas mental yang
difokuskan pada objek-objek dan peristiwa-peristiwa nyata atau konkrit dapat
diukur.
Menurut Piaged, anak-anak pada masa konkrit operasional
ini telah mampu menyadari konservasi, yakni kemampuan anak untuk berhubungan
dengan sejumlah aspek yang berbeda secara serempak. Hal ini karena pada masa
ini anak telah mengembangkan tiga macam proses yang disebut dengan
operasi-operasi, yaitu: negasi, resiprokasi, dan identitas.
2.
Perkembangan Memori
Pada periode pertengahan dan periode akhir anak-anak ini
Matlin menyebutkan empat macam stratregi memori penting:
a.
Rehearsal (pengulangan)
adalah salah satu acara atau strategi meningkatkan memori dengan cara
mengulangi berkali-kali informasi setelah informasi disajikan.
b.
Organization (organisasi),
seperti pengkategorian dan pengelompokan, merupakan strategi memori yang sering
digunakan oleh
orang dewasa.
c.
Imagery (perbandinagn)
adalah tipe dari karakteristik pembayangan dari seseorang. Kosslyn mengatakan
bahwa anak-anak usia 6 tahun telah menggunakan perbandingan mental secara spontan dalam berbagai tugas mereka.
Selanjutnya, Yuille dan Catchpole menyatakan bahwa memori anak-anak kelas satu
sakolah dasar, eningkat
setelah mereka dilatih membentuk perbandingan interaktif. Demikian pentingnya
penggunaan strategi perbandingan dalam meningkatkan memori anak, maka fly dan
Lupart merekomendasikan agar para pendidik hendaknya memberikan lebih banyak
pelajaran tentang bagaimana belajar.
d.
Retrieval (pemunculan
kembali) adalah proses mengeluarkan atau mengangkat informasi dari tempat
penyimpanan.
3.
Perkembangan Bahasa
Selama masa akhir anak-anak, perkembangan bahasa terus
berkelanjutan. Perbendaraan kosa kata anak meningkat dan cara
anak-anak menggunakan kata atau kalimat bertambah kompleks serta lebih
menyerupai bahasa orang dewasa. Dari berbagai pelajaran yang
diberikan disekolah, bacaan, pembicaraan dengan anak-anak lain, serta melalui
radio dan televisi, anak-anak menambahkan perbendaharaan kosa kata yang ia
gunakan dalan percakapan dan tulisan.
C.
Perkembangan Kesadaran Beragama
Agama mengandung dua unsur
yaitu keyakinan dan tata cara. Keduanya terpisah yang berbeda.
Akibatnya, minat terhadap satu unsur tidak dengan sendirinya menjamin minat
terhadap unsur lain. Juga tidak berarti bahwa minat terhadap kedua unsur sama.
Seorang mungkin terutama berminat mematuhi peraturan
agama tetapi menunjukan sedikit minat terhadap apa yang sering dianggap sebagai
teologi atau ajaran agama. Hal sebaliknya mungkin terjadi pada orang lain.
Demikian pula terhadap anak-anak. Beberapa anak terutama berminat terhadap
kepatuhan kepada agama dan yang lain terhadap ajaran agama. Mana yang lebih
menarik perhatian ditentukan sebagian oleh tekanan yang diberikan pada kedua
unsur tersebut pada masa awal pendidikan agama dan sebagian oleh apa yang
didasarkan pengalaman, mereka anggap lebih memenuhi kebutuhan mereka. Jadi
minat terhadap agama terutama egosentris.
Saat anak bertambah usia dan lebih
banyak menghabiskan waktu dengan anggota kelompok teman sebaya, teman-teman ini
akan mempengaruhi minatnya. Contohnya, seorang anak yang mempunyai teman yang
berbinang mengenai agama, dan mematuhi aturan agama akan mempunyai minat yang
lebih besar pada agama dari seorang anak yang temannya tidak atau hampir tidak
menunjukkan minat pada agama dan mempunyai sikap negatif terhadap semua aturan
agama.
Pada
masa ini, perkembangan penghayatan keagamaanya ditandai dengan ciri-ciri
sebagai berikut :
1.
Pandangan dan paham ketuhanan diperolehnya secara rasional berdasarkan
kaidah-kaidah logika yang berpedoman pada indikator alam semesta sebagai
manifestasi dari keagungan Nya.
2.
Penghayatan secara rohaniyah semakin mendalam, pelaksanaan kegiatan ritual
diterima sebagai kaharusan moral.
3.
Periode usia sekolah dasar merupakan masa pembentukan nilai-nilai agama
sebagai kelanjutan periode selanjutnya.
D.
Perkembangan Psikososial
Pada masa ini
mereka mulai sekolah dan kebanyakan anak-anak sudah mempelajari mengenai
sesuatu yang berhubungan dengan manusia, serta mulai mempelajari berbagai
keterampilan praktis. Dunia psikososial anak menjadi semakin kompleks dan
berbeda dengan masa awal anak. Relasi dengan keluarga dan teman sebaya terus
memainkan peranan penting. Sekolah dan relasi dengan para guru menjadi aspek
kehidupan anak yang semakin terstruktur. Pemahaman anak terhadap diri
berkembang, dan perubahan-perubahan dalam gender
yaitu sebagai berikut :
1.
Perkembangan Pemahaman Diri
Pada usia 6-12
tahun, anak secara aktif dan terus-menerus mengembangkan dan memperbarui
pemahaman tentang diri (sense of self), yaitu suatu struktur yang
membantu anak mengorganisasi dan memahami tentang siapa dirinya, yang
didasarkan atas pandangan orang lain, pengalaman-pengalaman sendiri, dan atas
dasar penggolongan budaya, seperti gender, ras, dan sebagainya.
2.
Perkembangan Hubungan dengan keluarga
Sesuai dengan
perkembangan kognitifnya yang semakin matang, pada masa pertengahan dan akhir,
anak secara berangsur-angsur lebih banyak mempelajari mengenai sikap-sikap dan
motivasi orangtuanya, serta memahami aturan-aturan keluarga, sehingga menjadi
lebih maampu untuk mengendalikan tingkah lakunya. Dalam hal ini, orangtua
merasakan pengontrolan dirinya terhadap tingkah laku anak mereka berkurang dari
waktu ke waktu. Dibandingakn pada tahun-tahun awal kehidupan mereka. Meskipun
terjadinya pengawasan dari orang tua terhadap anaknya selama masa akhir
anak-anak, bukan berarti orang tua sama sekali melepaskan mereka. Orangtua
masih terus memonitor usaha-usaha yang dilakukan anak dalam memelihara dari
mereka.
3.
Perkembangan pembentukan kelompok
Pada masa ini, anak
tidak lagi puas bermain sendirian di rumah, atau melakukan kegiatan-kegiatan
dengan anggota keluarga. Karena nak memiliki keinginan yang kuat untuk diterima
sebagai anggota kelompok, serta merasa tidak puas bila tidak bersama
teman-temannya. Anak usia sekolah dasar lebih menekankan pentingnya aktifitas
bersama-sama, seperti berbicara, berkeluyuran, berjalan kesekolah,berbicara
melalui telepon, memdengarkan musik, bermain game, dan melucu. Tinggal
dilingkungan yang sama, bersekolah disekolah yang sama dan berpartisipasi dalam
organisasi masyarakat yang sama, merupakan bentuknya kelompok teman sebaya.
4.
Popularitas, penerimaan sosial dan penolakan
Anak mulai mengembangkan suatu penilaian terhadap orang lain dengan berbgai
cara. Terlihat pada anak-anak kelas 2 atau 3 yang telah memiliki stereotip
budaya tentang tubuh, misalnya menilai bahwa anak laki-laki yang tegas
(berotot) lebih disenangi dari pada anak laki-laki yang gemuk/kurus. Pemilihan
teman dari anak-anak ini terus meningkat dengan lebih mendasar pada kualitas
pribadi, seperti kejujuran, kebaikan hati, humor, dan kreativitas.
Popularitas seorang
anak ditentukan oleh berbagai kualitas pribadi yang dimilikinya. Anak-anak yang
populer adalah anak-anak yang dapat menjalin interaksi sosial dengan mudah,
memahami situasi sosial, memiliki keterampilan yang tinggi dalam hubungan antar
pribadi dan cenderung bertindak dengan cara-cara yang kooperatif, prososial
serta selaras dengan norma-norma kelompok.
Anak yang tidak
populer dapat dibedakan atas dua tipe yaitu anak-anak yang ditolak dan
anak-anak yang diabaikan. Anak-anak yang diabaikan adalah anak yang menerima
sedikit perhatian dari teman-teman sebaya mereka, bukan berarti mereka tidak
disenangi oleh teman-teman sebayanya. Anak-anak yang ditolak adalah anak-anak
yang tidak disukai oleh teman-teman sebaya mereka. Mereka cenderung bersifat
mengganggu, egois, dan mempunyai sedikit sifat positif.
5.
Perkembangan disekolah
Sekolah mempunyai
pengaruh yang sangat penting bagi perkembangan selama masa pertengahan dan
akhir anak. anak menghabiskan kurang lebih 10.000 jam waktunya diruang kelas.
Interaksi dengan guru dan teman sebaya disekolah, memberikan suatu peluang yang
besar bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan kognitif dan ketrampilan
sosial, memperoleh pengetahuan tentang dunia, serta mengembangkan konsep diri
sepanjang masa pertengahan dan akhir anak-anak.
BAB III
PENUTUP
C.
Kesimpulan
Perkembangan adalah perubahan-perubahan psiko-fisik sebagai hasil dari proses pematangan fungsi-fungsi psikis dan fisik pada anak ditunjang oleh factor lingkungan dan proses belajar dalam waktu tertentu menuju kedewasaan.
Masa pertengahan dan akhir anak-anak merupakan periode
pertumbuhan fisik yang lambat dan relatif seragam sampai mulai terjadi
perubahan-perubahan pubertas, kira-kira 2 tahun menjelang anak menjadi matang
secara seksual, pada masa ini pertumbuhan berkembang pesat.
Pertumbuhan fisik yang terjadi selama periode akhir
anak-anak, diantaranya Keadaan berat dan tinggi badan, Perkembangan
Motorik, Perkembangan Emosi, Perkembangan
Kognitif.
Agama mengandung dua unsur
yaitu keyakinan dan tata cara. Keduanya terpisah yang berbeda.
Akibatnya, minat terhadap satu unsur tidak dengan sendirinya menjamin minat
terhadap unsur lain. Juga tidak berarti bahwa minat terhadap kedua unsur sama.
Pada masa Perkembangan Psikososial ini mereka mulai
sekolah dan kebanyakan anak-anak sudah mempelajari mengenai sesuatu yang
berhubungan dengan manusia, serta mulai mempelajari berbagai keterampilan
praktis. Dapat dibedakan sebagai berikut: Perkembangan Pemahaman Diri, Perkembangan
Pemahaman Diri, Perkembangan
Hubungan dengan keluarga, Perkembangan pembentukan kelompok,
Popularitas, penerimaan sosial dan penolakan,
Perkembangan disekolah.
D.
Saran
Alhamdulillah
wa syukurillah makalah ini dapat terselesaikan. Kami menyadari sepenuhnya,
bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam referensi
maupun penulisannya. Maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami
harapkan guna kesempurnaan pembuatan makalah berikutnya. Demikian makalah ini
kami buat semoga bermanfaat untuk pembaca. Amin.
DAFTAR PUSTAKA
Zein, Asmar Yetty, Eko Suryani, 2005, Psikologi Ibu
dan Anak, Yogyakarta : Fitramaya.
Hurlock, Elizabeth B, 1978, Perkembangan Anak, Jakarta : PT. Gelora Aksara Pratama.
http://taufikhidayat93.blogspot.in/2015/05karakteristik-perkembangan-peserta.html (Diunduh di Kudus pada tanggal 1 oktober 2015, 21:03).
[1] Asmar Yetty Zein dan Eko Suryani.Psikologi Ibu dan Anak.
(yogyakarta: Fitramaya, 2005), hlm.60-61.
[3] http://taufikhidayat93.blogspot.in/2015/05karakteristik-perkembangan-peserta.html (Diunduh di Kudus pada tanggal 1 oktober 2015, 21:03).
No comments:
Post a Comment