KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum.
Wr. Wb
Segala puji atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman
maupun islam. Shalawat serta salam kita curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, pada
keluarga, sahabat dan pengikut-Nya yang setia sampai akhir zaman. Semoga kita
semua dalam lindungan dan ridho-Nya. Amin.
Alhamdulillah, puji syukur pada Allah yang telah membantu penulis pada
kesempatan ini umtuk menyelesaikan sebuah makalah yang berjudul Arti Penting
Komunikasi dalam Berorganisasi. Terimakasih juga penulis ucapkan kepada
rekan-rekan yang telah membantu maupun memberi kritik dan saran. Semoga makalah
ini bermanfaat bagi siapapun yang membacanya. Amin.
BAB I
PENDAHULUAN
Latar
Belakang
Komunikasi bukan sekedar alat yang menggambarkan pikiran,
namun komunikasi adalah pikiran dan pengetahuan. Suatu dunia tertentu
diciptakan dalam komunikasi, dan setiap penafsiran komunikasi tersebut harus
mempertimbangkan konteks yang memungkinkan terjadinya praktek-praktek
komunikasi
Berdasarkan pandangan obyektif, organisasi berarti struktur,
berdasarkan pandangan subyektif organisasi berarti proses. “Organisasi”
(organization) secara khas dianggap sebagai kata benda, sementara
“pengorganisasian” (organizing) dianggap sebagai kata kerja (weick, 1979). Kaum
subyektivis menganggap organisasi sebagai mengorganisasikan perilaku. Kaum
objectivis menganggap organisasi sebagai struktur, sesuatu yang stabil.
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai pertunjukan dan penafsiran
pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan bagian dari suatu organisasi
tertentu. Komunikasi organisasi lebih daripada sekadar apa yang dilakukan
orang-orang.
Komunikasi organisasi dapat didefinisikan sebagai
pertunjukkan dan penafsiran pesan diantara unit-unit komunikasi yang merupakan
bagian dari suatu organisasi tertentu. Dengan kata lain komunikasi organisasi
adalah “perilaku perorangan” yang terjadi dan bagaimana mereka yang terlibat
dalam prose situ bertransaksi dan member makna atas apa yang sedang terjadi.
Dengan begitu kita dapat menafsirkan bahwa setiap komunikasi
yang dibangun itu sangatlah penting dalam sebuah organisasi maupun antar
individu.
BAB II
ISI
PENGERTIAN
KOMUNIKASI
Komunikasi adalah pertukaran informasi antara dua orang atau
lebih untuk mencapai suatu kesamaan pemahaman atau pemikiran atau persepsi
tentang suatu hal, karena informasi dapat dijadikan refrensi yang mudah diterima.
Oleh karena itu kita dapat simpulkan, informasi adalah data yang telah
dikelompokan dan memiliki arti atau makna yang lebih mudah untuk dimengerti.
Dengan kata lain Informasi adalah sumber pengetahuan dan intelegensi yang
sangat dibutuhkan bagi pengambilan keputusan dalam sebuah komunikasi antara dua
orang atau sebuah organisasi.
Definisi
Organisasi Menurut Wikipedia :
Organisasi adalah suatu kelompok orang dalam suatu
wadah untuk tujuan bersama. Dalam ilmu-ilmu sosial, organisasi dipelajari oleh periset
dari berbagai bidang ilmu, terutama sosiologi, ekonomi, ilmu politik,
psikologi, dan manajemen. Kajian mengenai organisasi sering disebut studi
organisasi (organizational studies), perilaku organisasi (organizational
behaviour), atau analisis organisasi (organization analysis).
Proses komunikasi adalah
bagaimana sang komunikator menyampaikan pesan kepada komunikannya, sehingga
dapat dapat menciptakan suatu persamaan makna antara komunikan dengan
komunikatornya. Proses Komunikasi ini bertujuan untuk menciptakan komunikasi
yag efektif (sesuai dengan tujuan komunikasi pada umumnya).
Proses Komunikasi, banyak melalui perkembangan.
Pada penjelasan ini, akan dijelaskan berbagai proses komunikasi melalui
model-model komunikasi itu sendiri :
1.1Model Komunikasi Aristoteles
Aristoteles menerangkan tentang model komunikasi dalam bukunya Rhetorica, bahwa setiap komunikasi akan berjalan jika terdapat 3 unsur utama :
1. Pembicara, yaitu orang yang menyampaikan pesan
2. Apa yang akan dibicarakan (menyangkut Pesan nya itu sendiri)
3. Penerima, orang yang menerima pesan tersebut.
1.2 Model Komunikasi David K.Berlo
Dalam model komunikasi David K.Berlo, diketahui bahwa komunikasi terdiri dari 4 Proses Utama yaitu SMRC (Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 Proses sekunder, yaitu Feedback, Efek, dan Lingkungan.
1.1Model Komunikasi Aristoteles
Aristoteles menerangkan tentang model komunikasi dalam bukunya Rhetorica, bahwa setiap komunikasi akan berjalan jika terdapat 3 unsur utama :
1. Pembicara, yaitu orang yang menyampaikan pesan
2. Apa yang akan dibicarakan (menyangkut Pesan nya itu sendiri)
3. Penerima, orang yang menerima pesan tersebut.
1.2 Model Komunikasi David K.Berlo
Dalam model komunikasi David K.Berlo, diketahui bahwa komunikasi terdiri dari 4 Proses Utama yaitu SMRC (Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 Proses sekunder, yaitu Feedback, Efek, dan Lingkungan.
1. Source
(Sumber), Sumber adalah seseorang yang memberikan pesan atau dalam komunikasi
dapat disebut sebagai komunikator. Walaupun sumber biasanya melibatkan individu,
namun dalam hal ini sumberjuga melibatkan banyak individu. Misalnya, dalam
organisasi, Partai, atau lembaga tertentu. Sumber juga sering dikatakan sebagai
source, sender, atau encoder.
2. Message (Pesan), pesan adalah isi dari komunikasi yang memiliki nilai dan disampaikan oleh seseorang (komunikator). Pesan bersifat menghibur, informatif, edukatif, persuasif, dan juga bisa bersifat propaganda. Pesan disampaikan melalui 2 cara, yaitu Verbal dan Nonverbal. Bisa melalui tatap muka atau melalui sebuah media komunikasi. Pesan bisa dikatakan sebagai Message, Content, atau Information
3. Channel (Media dan saluran komunikasi), Sebuah saluran komunikasi terdiri atas 3 bagian. Lisan, Tertulis, dan Elektronik. Media disini adalah sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon, telegram, handphone, yang bersifat pribadi. Sedangkan komunikasi yang bersifat massa (komunikasi massa), dapat menggunakan media cetak (koran, suratkabar, majalah, dll) , dan media elektornik(TV, Radio). Untuk Internet, termasuk media yang fleksibel, karena bisa bersifat pribadi dan bisa bersifat massa. Karena, internet mencakup segalanya.
2. Message (Pesan), pesan adalah isi dari komunikasi yang memiliki nilai dan disampaikan oleh seseorang (komunikator). Pesan bersifat menghibur, informatif, edukatif, persuasif, dan juga bisa bersifat propaganda. Pesan disampaikan melalui 2 cara, yaitu Verbal dan Nonverbal. Bisa melalui tatap muka atau melalui sebuah media komunikasi. Pesan bisa dikatakan sebagai Message, Content, atau Information
3. Channel (Media dan saluran komunikasi), Sebuah saluran komunikasi terdiri atas 3 bagian. Lisan, Tertulis, dan Elektronik. Media disini adalah sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon, telegram, handphone, yang bersifat pribadi. Sedangkan komunikasi yang bersifat massa (komunikasi massa), dapat menggunakan media cetak (koran, suratkabar, majalah, dll) , dan media elektornik(TV, Radio). Untuk Internet, termasuk media yang fleksibel, karena bisa bersifat pribadi dan bisa bersifat massa. Karena, internet mencakup segalanya.
SALURAN
KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Komunikasi Vertikal
Komunikasi vertikal terdiri atas
komunikasi ke atas dan ke bawah sesuai rantai perintah.
Komunikasi ke bawah ( downward
communication ) dimulai dari manajemen puncak kemudian mengalir ke bawah
melalui tingkatan-tingkatan manajemen sampai ke karyawan lini dan personalia
paling bawah.
Maksud utama komunikasi ke bawah
adalah untuk memberi pengarahan, informasi, instruksi, nasehat/saran dan
penilaian kepada bawahan serta memberikan informasi kepada para anggota
organisasi tentang tujuan dan kebijaksanaan organisasi.Fungsi utama komunikasi
ke atas ( upward communication ) adalah untuk mensuplai informasi kepada
tingkatan manajemen atas tentang apa yang terjadi pada tingkatan bawah.
Komunikasi Lateral atau Horizontal
Komunikasi lateral atau horizontal
meliputi hal-hal berikut ini :
1. Komunikasi di antara para anggota
dalam kelompok kerja yang sama.
2. Komunikasi yang terjadi antara
dan di antara departemen- departemen pada tingkatan organisasi yang sama.
Bentuk komunikasi ini pada dasarnya
bersifat koordinatif, dan merupakan hasil dari konsep spesialisasi organisasi.
Sehingga komunikasi ini dirancang guna mempermudah koordinasi dan penanganan
masalah. Komunikasi lateral, selain membantu koordinasi kegiatan-kegiatan
lateral, juga menghindarkan prosedur pemecahan masalah yang lambat.
Komunikasi Diagonal
Komunikasi diagonal merupakan
komunikasi yang memotong secara menyilang diagonal rantai perintah organisasi.
Hal ini sering terjadi sebagai hasil hubungan – hubungan departemen lini dan
staf.
PERANAN KOMUNIKASI INFORMAL
Komunikasi informal, bagaimanapun
juga, adalah juga bagian penting aliran komunikasi organisasi. Bentuk
komunikasi ini timbul dengan berbagai maksud, yaitu meliputi antara lain :
1. Pemuasan kebutuhan-kebutuhan manusiawi, seperti kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain.Perlawanan terhadap pengaruh-pengaruh yang monoton atau membosankan.
1. Pemuasan kebutuhan-kebutuhan manusiawi, seperti kebutuhan untuk berhubungan dengan orang lain.Perlawanan terhadap pengaruh-pengaruh yang monoton atau membosankan.
2. Pemenuhan
keinginan untuk mempengaruhi perilaku orang lain.
3. Pelayanan sebagai sumber
informasi hubungan pekerjaan yang tidak disediakan saluran-saluran
komunikasi formal.
HAMBATAN
KOMUNIKASI
· Hambatan
Teknis
Hambatan jenis ini timbul karena lingkungan yang memberikan
dampak pencegahan terhadap kelancaran pengiriman dan penerimaan pesan.
Seperti keterbatasan fasilitas dan peralatan komunikasi,
· Hambatan
Semantik
Semantik adalah pengertian, yang diungkapkan lewat
bahasa. Suatu pesan yang kurang jelas, akan tetap menjadi tidak jelas
bagaimanapun baiknya transmisi. Seorang komunikator harus memilih kata-kata
yang tepat dan sesuai dengan karakteristik komunikannya
· Hambatan
Manusiawi
Hambatan yang muncul dari masalah
pribadi yang dihadapi, baik komunikator maupun komunikan.Hambatan ini mencakup
baik yang berasal dari perbedaan individual manusia, seperti perbedaan
persepsi, umur, keadaan emosi, maupun yang ditimbulkan oleh iklim psikologis
dalam organisasi atau lingkungan, seperti iklim kerja serta tata nilai yang
dianut.
Cara meningkatkan efektifitas komunikasi
1. Karakteristik
pengirim
Kredibiltas
pengirim perlu ditingkatkan. Jika manajer ingin menyebutkan infromasi mengenai
organisasi, pesan dikirim secara tertulis disertai dengan cap resmi. Untuk
mempromosikan produk obat-obatan, manajer menggunakan figure dokter karena
dokter mempunyai kredibilitas yang lebih baik dalam hal obat-obatan.
Kadang-kadang publisitas (berita melalui Koran) digunakan untuk menonjolkan
sisi baik organisasi. Publisitas dianggap lebih netral dibandingkan dengan
iklan.
Pengirim
harus menjaga konsistensi antara gerakan tubuh dengan kata yang ia ucapkan,
agar penerima dapat menangkap pesan yang sebenarnya. Apabila ingin
mempengeringatkan bawahan, manajer dapat menggunakan mimic muka yang serius,
apabila manajer menggunakan senyuman, bawahan akan menganggapnya bercanda.
Kadang-kadang pengirim enggan berkomunikasi karena beberapa hal. Manajer enggan
menyampaikan pemotongan anggaran karena pemotongan anggaran bukan merupakan
berita baik. Bawahan enggan memberikan saran kepada manajer karena khawatir
dianggap tidak loyal. Hambatan semacam itu perlu dihilangkan untuk meningkatkan
efektivitas komunikasi.
2. Karakteristik
Penerima
Sebagai
penerima mempunyai kebiasaan buruk dalam hal mendengarkan orang lain. Mereka
tidak mau mendengarkan dengan serius, atau mendengarkan sambil mengerjakan
pekerjaan lain, atau sambil membaca. Karena itu mereka tidak dapat menangkap
hal penting dalam proses komunikasi. Beberapa perusahaan besar memberikan
pelatihan dalam mendengarkan orang lain ke manajer-manajer mereka. Ruangan
diskusi atau rapat ditempeli dengan poster yang berisi “Hargailah pendapat
orang lain, lihat isi pembicaraan, bukan orangnya. Perdebatan jangan menyerang
pribadi lawan anda” dengan semboyan semacam itu diharapkan peserta rapat akan
mendengarkan orang lain lebih baik.
Persepsi atau
prekonsepsi penerima juga dapat mengacaukan proses komunikasi, untuk itu harus
berusaha seobyektif mungkin dalam menangkap pesan yang sampai kepadanya.
3. Hubungan
antara pengirim dan penerima
Perbedaan
bahasa atau istilah yang digunakan dalam komunikasi perlu dihilangkan atau
dikurangi. Kata-kata yang terlalu teknis perlu diterjemahkan ke dalam kata yang
lebih popular. Pengirim dapat meminta umpan balik yang cepat untuk memastikan
apakah ada pertanyaan atau suatu hal yang kurang jelas. Cara lain adalah dengan
mengulangi pesan yang disampaikan dengan kalimat yang berbeda (tetapi isi
sama). Dengan cara itu, penerima dapat memperoleh kesempatan untuk memastikan
arti dari pesan yang ia terima. Penerima didorong untuk mengajukan pertanyaan
terhadap hal-hal yang kurang jelas. Tindak lanjut (follow up) dapat dilakukan
oleh pengirim untuk memastikan apakan informasi atau pesan sudah diterima.
Perbedaan status atau kekuasaan seringkali mengganggu komunikasi yang efektif. Untuk itu manajer perlu “merendah” apabila ia berbicara dengan bawahan. Untuk menghilangkan perbedaan persepsi, pengirim sedapat mungkin mengenali latar belakang penerima. Pengirim dapat bertindak empati, yaitu mencoba melihat suatu masalah berdasarkan pandangan penerima. Sebagai contoh, dalam mengkomunikasikan pemberhentian kerja, manajer dapat mengumpamakan apabila ia menjadi manajer yang terkena pemberhentian kerja.
Perbedaan status atau kekuasaan seringkali mengganggu komunikasi yang efektif. Untuk itu manajer perlu “merendah” apabila ia berbicara dengan bawahan. Untuk menghilangkan perbedaan persepsi, pengirim sedapat mungkin mengenali latar belakang penerima. Pengirim dapat bertindak empati, yaitu mencoba melihat suatu masalah berdasarkan pandangan penerima. Sebagai contoh, dalam mengkomunikasikan pemberhentian kerja, manajer dapat mengumpamakan apabila ia menjadi manajer yang terkena pemberhentian kerja.
4. 4.
Faktor Lingkungan
Gangguan
langsung dihilangkan apabila memungkinkan. Apabila suara mesin menggangu
komunikasi antara manajer dengan karyawan, komunikasi dilakukan di ruangan yang
sepi. Apabila tidak memungkinkan, manajer harus memperjelas pesan atau
memperkeras suaranya . informasi yang berlebihan juga mengganggu efektivitas
komunikasi.
BAB III
PENUTUP
I.
Kesimpulan
Komunikasi dirumuskan sebagai suatu
proses penyampaian pesan atau berita ke beberapa orang. Dikarenakan komunikasi
melibatkan seorang pengirim dan menerima pesan yang mungkin juga memberikan
umpan balikuntuk menyatakan bahwa pesan telah diterima. Organisasi juga
dirumuskan sebagai suatu kelompok orang dalam suatu wadah untuk tujuan bersama.
Komunikasi didalam berorganisasi juga terdapat hambatan dikarenakan perbedaan
antara satu komunikan dengan satu komunikan yang lainnya.
II. Saran
Komunikasi merupakan alat terpenting
dalam berorganisasi, Karena tanpa adanya komunikasi, organisasi tidak akan
berjalan dengan maksimal. Jadi disarankan dalam sebuah organisasi harus
dibarengi dengan komunikasi yang baik agar tercapai sebuah organisasi yang baik

KOMUNIKASI DALAM ORGANISASI
Makalah ini di susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Yang di ampu oleh Bapak Muhammad Erwin Saputro, S.Pd

Di susun oleh :
NAMA : SRI PURWO YUNIARTI
KELAS : KA-D
ATI
TUNAS BANGSA
KECAMATAN
BANGSRI – JEPARA
TAHUN
2012

No comments:
Post a Comment